Beberapa waktu lalu santer pemberitaan bahwa rumah tapak menjadi properti yang memiliki resiko rendah, menawarkan potensi pertumbuhan dengan margin keuntungan yang sehat dan tingkat resiko yang moderat. Lantas apa itu rumah tapak ? Rumah tapak atau landed house adalah jenis rumah yang dibangun di atas tanah sendiri dan memiliki akses langsung ke tanah di sekitarnya. Istilah ini biasanya digunakan dalam konteks perumahan di Malaysia, Indonesia, dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Rumah tapak dapat merujuk pada rumah tunggal (single-storey) atau rumah bertingkat (multi-storey) yang memiliki akses ke luar ruangan, seperti taman atau halaman. Penting untuk dicatat bahwa istilah rumah tapak dapat bervariasi dalam penggunaannya di berbagai negara dan konteks perumahan.

Baca juga : Panduan Menuju Hunian Lebih Baik Di Tahun 2023 

Faktor-faktor yang membuat rumah tapak menarik bagi investor yaitu :

  1. Permintaan yang stabil dan meningkat dari pembeli rumah
  2. Potensi sewa yang tinggi dan arus kas pasif
  3. Potensi apresiasi nilai properti di masa depan

Disamping itu, ada beberapa keuntungan yang dirasakan oleh konsumen karena memiliki rumah tapak diantaranya :

  1. Privasi

Rumah tapak memberikan privasi lebih daripada rumah yang terletak di dalam kompleks perumahan atau apartemen.

  1. Kebebasan desain

Pemilik rumah tapak memiliki fleksibilitas dalam merancang dan mengubah tata letak rumah sesuai kebutuhan dan preferensi mereka.

  1. Ruang yang lebih besar

Rumah tapak biasanya memiliki ukuran yang lebih besar daripada rumah di dalam kompleks perumahan atau apartemen, sehingga memberikan lebih banyak ruang untuk keluarga dan aktivitas.

  1. Keamanan

Karena rumah tapak memiliki akses langsung ke tanah di sekitarnya, pemilik dapat memasang sistem keamanan tambahan, seperti pagar, pengaman jendela, atau CCTV untuk meningkatkan keamanan rumah mereka.

Namun, rumah tapak juga memiliki beberapa kelemahan, seperti biaya kepemilikan yang lebih tinggi, tanggung jawab untuk pemeliharaan dan perawatan tanah, dan terbatasnya lahan yang tersedia di kawasan perkotaan yang padat. Supaya lebih ekonomis dan tetap mempertahankan nilai properti, dalam proses pembangunan rumah tapak sebaiknya menggunakan galvalum atau baja ringan. Ada beberapa keuntungan dalam membangun rumah tapak menggunakan galvalum atau baja ringan. Berikut ini beberapa di antaranya:

Baca juga : Atap Jenis Ini Mampu Menjadikan Ruangan Dingin 

  1. Kekuatan dan Ketahanan

 Baja ringan memiliki kekuatan yang tinggi, sehingga dapat memberikan struktur rumah tapak yang kokoh dan tahan terhadap beban yang diberikan. Baja ringan juga tahan terhadap gempa bumi, angin kencang, dan perubahan cuaca ekstrem. Sehingga sangat aman apabila Anda menggunakan penutup atap seperti Upvc Kingstar Roof, genteng Kingstar Roof, spandek pasir Kingstar Roof dan spandek BJMS Roof.

  1. Ringan dan Mudah Dipasang

Baja ringan memiliki berat yang lebih ringan dibandingkan dengan bahan konstruksi tradisional seperti kayu atau beton. Hal ini membuatnya lebih mudah untuk diangkut, dipasang, dan diubah sesuai kebutuhan. Kelebihan ini juga dapat mengurangi waktu dan biaya tenaga kerja. Pakailah canal, reng dan hollow dari baja ringan yang mudah dipasang dan bisa menyesuaikan bentuk atap.

  1. Efisiensi Energi

Baja ringan memiliki sifat termal yang baik, yaitu mampu mengisolasi panas dan dingin dengan lebih efisien. Hal ini dapat membantu menjaga suhu dalam rumah tapak agar tetap nyaman tanpa terlalu bergantung pada penggunaan pendingin atau pemanas udara, sehingga dapat mengurangi konsumsi energi dan biaya operasional rumah. Atap transparan KIngstar Roof juga sangat membantu menghemat energi. Karena dengan atap transparan KIngstar Roof sinar matahari otomatis masuk ke dalam ruangan.

  1. Tahan Terhadap Rayap dan Serangga

Baja ringan tidak rentan terhadap serangan rayap dan serangga seperti kayu, yang sering menjadi masalah dalam konstruksi rumah tapak. Dengan menggunakan baja ringan, risiko kerusakan akibat serangan hama ini dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan.

  1. Ramah Lingkungan

Baja ringan dapat didaur ulang dan memiliki umur pakai yang lebih lama daripada bahan konstruksi lainnya. Dengan menggunakan baja ringan dalam pembangunan rumah tapak, Anda dapat berkontribusi pada pengurangan limbah konstruksi dan penggunaan sumber daya alam yang lebih efisien.

  1. Fleksibilitas Desain

Baja ringan dapat dibentuk dan dipotong dengan mudah sesuai dengan kebutuhan desain rumah tapak. Hal ini memberikan fleksibilitas dalam menciptakan berbagai bentuk, pola, dan gaya arsitektur yang diinginkan.

  1. Perawatan yang Mudah

Baja ringan tidak memerlukan perawatan yang intensif seperti kayu, yang membutuhkan perlindungan terhadap cuaca dan serangan hama. Hal ini dapat mengurangi biaya perawatan jangka panjang dan upaya pemeliharaan rumah tapak. Hanya dengan membersihkan daun dan debu yang ada di atap rumah.

Baca juga : Tren Penginapan Glamping 

Dengan berbagai keuntungan yang ditawarkan, membangun rumah tapak menggunakan baja ringan dapat menjadi pilihan yang menarik untuk mendapatkan struktur yang kuat, tahan lama, dan efisien secara biaya. Namun, penting untuk melibatkan profesional konstruksi yang berpengalaman dalam penggunaan dan instalasi baja ringan untuk memastikan kualitas dan keamanan konstruksi rumah tapak yang optimal. Tertarik untuk mendapatkan material yang mendukung dalam menuju hunian lebih baik di 2023? Mudah sekali, kunjungi saja BENINDO – ONE STOP BUILDINGS, beralamat di Jalan Raya Buntaran A-1, Tandes, Surabaya. Atau hubungi kami melalui WhatsApp 082120708999 dan 082216682268. Bisa juga Kunjungi media sosial kami :

Instagram : benindo.id  

Facebook   : Benindo Jaya Makmur Sejati

Youtube     : Benindo TV

Shopee      : Benindo Store

Tokopedia : BENINDO – ONE STOP BUILDINGS

 

Menu